Kamis, 11 Desember 2008

infeksi genetalia

Pendahuluan

Radang atau infeksi pada alat-alat genetal dapat timbul secara akut dengan akibat meninggalnya penderita atau penyakit bisa sembuh sama sekali tanpa bekas atau dapat meninggalkan bekas seperti penutupan lumen tuba. Penyakit ini bisa juga menahun atau dari permulaan sudah menahun. Salah satu dari infeksi tersebut adalah pelviksitis, serviksitis, adneksitis dan salpingitis

Sebagian besar wanita tidak menyadari bahwa dirinya menderita infeksi tersebut. Biasanya sebagian besar wanita menyadari apabila infeksi telah menyebar dan menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu. Keterlambatan wanita memeriksakan dirinya menyebabkan infeksi ini menyebar lebih luas dan akan sulit dalam penanganannya.

Uraian Materi

A. Pelviksitis

1. Pengertian

Peradangan pada organ-organ pelvis

2. Penyebaran

· Dari serviks melalui rongga endometrium ke dalam endosalping

· Jalur vena dan saluran getah bening dari ligamentum

3. Inveksi pelvis dibagi dalam tiga kategori

· Terjadi setelah kuretase, post abortus dan postpartum

· Post operasi

· Inveksi pelvis pada pasien tidak hamil à diawali PMS

4. Tanda gejala

Gejala muncul setelah siklus menstruasi penderita mengeluh nyeri pada perut bagian bawah yang semakin memburuk dan disertai mual muntah. Gejala lain

· Keputihan berwarna dan berbau tidak normal

· Demam lebih dari 370C

· Spotting

· Dismenore

· Dispareunia à nyeri saat berhubungan seksual

· Postcoital bleeding

· Nyeri punggung bagian bawah

· Kelelahan

· Nafsu makan berkurang

· Poliuria

· Disuria

5. Diagnosa

Diagnosa ditegakan berdasarkan gejala dan hasil dari pemeriksaan fisik yang dilakukan pemeriksaan panggul dan perabaan perut. Pemeriksaan lainya dilakukan

· Pemeriksaan darah lengkap

· Pemeriksaan cairan dari serviks

· Kuldosintesi

· Laparaskopi

· USG panggul

6. Penanganan

Pelviksitis tanpa komplikasi bisa diobati dengan antibiotik dan penderita tidak perlu dirawat. Jika terjadi komplikasi/ penyebaran infeksi maka penderita harus dirawat di RS.

Jika tidak ada respon terhadap pemberian obat antibiotik, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Pasangan penderita juga sebaiknya menjalani pengobatan secara bersamaan dan selama menjalani pengobatan jika melakukan hubungan seksual pasangan penserita sebainya menggunakan kondom.

B. Serviksitis

1. Pengertian

Infeksi yang diawali di endoserviks dan ditemukan pada gonorea dan infeksi post baortus atau post partum yang disebabkan oleh streptokokus, stapilokokus dan lain-lain.

2. Tanda gejala

Serviks merah dan membengkak dengan mengeluarkan cairan mukopurulen

3. Penanganan

Pengobatan dilakukan agar penyakit benar-benar teratasi tidak menjadi servisitis kronika

4. Servisitis kronika

Servisitis yang menahun menjadi kronis. Beberapa gambaran patologis dapat dikemukakan

· Serviks kelihatan normal, tidak menimbulkan gejala kecuali sekret yang agak putih kuning

· Pada portio di daerah orifisium eksternum tampak kemerahan

· Sobekan pada serviks lebih luas dan mmukosa endoserviks lebih kelihatan dari luar. Jika terjadi terus menerus serviks bisa hipertrofi dan mengeras

5. Pengobatan

Kauterisasi radial. Jaringan yang meradang dalam dua mingguan diganti dengan jaringan sehat. Jika laserasi serviks agak luas perlu dilakukan trakhelorania. Pinggir sobekan dan endoserviks diangkat, lalu luka baru dijahit. Jika robekan dan infeksi sangat luas perlu dilakukan amputasi serviks.

C. Adneksitis

1. Pengertian

Radang pada tuba falopi dan ovarium yang terjadi secara brsamaan

2. Penyebab

· Infeksi menjalar keatas dari uterus. Bisa juga melalui darah

· Akibat tindakan (pos kuretase, post pemasangan IUD)

· Perluasan radang yang letaknya tidak jauh seperti apendiksitis

3. Tanda gejala

· Demam

· Laukositis

· Nyeri di sebelah kanan dan kiri uterus

4. Penanganan

· Tirah baring

· Perawatan umum

· Pemberian antibiotik dan analgetik

5. Pembedahan perlu dilakuan jika

· Jika terjadi ruptur atau abses ovarium

· Jika terjadi gejala-gejala ileus karena perlekatan

· Jika terjadi kesukaran untuk membedakan antara apendiksitis akuta dan adneksitis akuta

D. Salpingitis

1. Pengertian

Peradangan pada tuba fallopii

2. Tanda dan gejala

Ibu mengeluh/merasa

- Nyeri perut bagian bawah

- Perdarahan pervaginam diantara waktu menstuasi

- Keputihan

- Gejala penyerta seperti, demam/menggigil, anoreksia, nausea, vomitus, disuria, poliuria

- Menstruasi meningkat jumlah dan lamanya

- Ada riwayat kontasepsi AKDR

3. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan umum

- Suhu biasanya meningkat

- Tekanan darah normal

- Denyut nadi cepat

Pemeriksaan abdomen

- Nyeri perut bawah

- Nyeri lepas

- Rigiditas otot

- Bising usus menurun

- Distensi abdomen

Pemeriksaan inspekulo

- Tampak sekret purulen di ostium serviks

4. Pemeriksaan laboratorium

- Leukosit cenderung meningkat

5. Penanganan

- Berobat jalan

Jika keadaan umum baik, tidak demam

ü Berikan antibiotik

- Cefotaksitim 2 gr IM atau

- Amoksisilin 3 gr peroral atau

- Ampisilin 3,5 per os atau

- Prokain ampisilin G dalam aqua 4,8 juta unit IM pada 2 tempat

Masing-masing disertai dengan pemberian probenesid 1gr per os

Diikuti dengan

- Dekoksisiklin 100 mg per os dua kali sehari selama 10-14 hari

- Tetrasiklin 500 mg per os 4 kali sehari

(dekoksisilin dan tetrasiklin tidak digunakan untuk ibu hamil)

ü Tirah baring

ü Kunjungan ulang 2-3 hari atau jika keadaan memburuk

- Rawat inap

Jika terdapat keadaan-keadaan ynag mengancam jiwa ibu

Kesimpulan

- Pelviksitis adalah radang pada organ pelvis. Dengan gejala nyeri pada perut bagian bawah, Keputihan, Demam lebih dari 370C, Spotting dan dismenore, Dispareunia dan postcoital bleeding, Nyeri punggung bagian bawah, Kelelahan dan nafsu makan berkurang, Poliuria dan disuria

- Servisitis adalah radang pada serviks dengan tanda Serviks merah dan membengkak dengan mengeluarkan cairan mukopurulen

- Adneksitis adalah radang pada adneksa dengan tanda Demam, Laukositis, Nyeri di sebelah kanan dan kiri uterus

- Salpingitis adalah radang pada adneksa dengan tanda Nyeri perut bagian bawah, Perdarahan pervaginam diantara waktu menstuasi, Keputihan, Gejala penyerta seperti, demam/menggigil, anoreksia, nausea, vomitus, disuria, poliuria, Menstruasi meningkat jumlah dan lamanya, Ada riwayat kontasepsi AKDR

Tidak ada komentar: